Batu Pandang atau biasa masyarakat menyebutnya Wisata Ratapan Angin. Merupakan sebuah tempat wisata yang terletak di Dieng Wonosobo dengan pemandangan sungguh indah.

Dieng sendiri merupakan tempat dengan bekas gunung vulkanik purba yang sudah tidak aktif. Sebagian besar merupakan bekas letusan gunung yang meninggalkan bukit-bukit, bebatuan menonjol hingga tempat eksotis lainnya.

Salah satu bukti adanya peninggalan aktivitas vulkanik purba diantaranya adalah tebing batu yang menonjol. Bukit ratapan angin atau Batu Pandang atau batu ratapan angin salah satu peninggalan aktifitas tersebut.

Batu Pandang Ratapan Angin

Wisatawan yang datang ke Wonosobo khususnya ke Dieng sangat sayang jika tidak datang ke tempat ini. Tempat wisata yang terletak di sebelah Dieng Plateau Theatre ini menjadi idola bagi kalangan pengunjung. Karena di tempat ini pengunjung dapat melihat keindahan Telaga Warna Dieng dari atas bukit batu yang menonjol.

Jika anda datang ke Wonosobo dan mengunjungi tempat ini maka akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Keindahan Telaga Warna Dieng dari atas awan dapat dilihat dengan jelas dari atas Batu Pandang.

Sejarah Batu Pandang Ratapan Angin

batu pandang ratapan angin

Nama batu ratapan angin ini mungkin bisa kita rasakan ketika kita menjajaki tempat tersebut. Dari tempat parkir kemudian sedikit jalan kaki menanjak untuk sampai atas anda akan merasakan betapa indahnya pemandangan tersebut. Diiringi hembusan angin yang kadang menimbulkan bunyi sehingga cocok untuk anda meratapi masa depan yang cerah. Karena hal inilah mungkin tempat ini disebut batu ratapan angin, atau batu pandang.

Jaman dulu masyarakat sekitar percaya adanya cerita dibalik tempat ini. Konon katanya pernah hidup seorang pangeran tampan dan putri jelita yang hidup rukun dan damai. Hingga pada akhirnya mereka menerima cobaan hidup dimana hadirnya orang ketiga yang menggoda sang istri yang cantik. Sang istri yang tadinya setia mulai goyah kesetiaannya untuk berpaling dari pangeran.

Hingga akhirnya suatu saat sang pangeran mengetahui perselingkuhan antara orang ketiga dengan sang istri di hutan sebelah telaga warna. Sang pangeran marah dan mereka berkelahi baik sang pangeran maupun orang ketiga tersebut. Karena pangeran memiliki kesaktian luar biasa ia mengubah sang istri menjadi batu yang tertunduk dan mengubah orang ketiga menjadi batu yang berdiri.

Setelah kejadian tersebut pangeran sering mengunjungi tempat ini apakah mereka berdua masih mejadi batu. Angin yang bertiup kencang menembus bebatuan sehingga menimbulkan bunyi dipercaya merupakan ratapan kesedihan dan penyesalan dari sang istri. Inilah yang menjadi cerita sejarah batu pandang atau batu ratapan angin oleh masyarakat sekitar.

Lokasi Batu Ratapan Angin / Bukit Batu Pandang

Letak Batu Pandang Ratapan Angin adalah di atas Telaga Warna dimana tempat ini merupakan spot terbaik menikmati keindahan telaga dari atas. Seluruh lokasi telaga dapat dilihat jelas dari tempat ini.

Dalam paket wisata oleh Dieng.Me juga diantar untuk dapat menikmati spot tersebut. Kita bisa merasakan keindahan tempat ini sambil menikmati hangatnya makanan yang dijual di sekitar tempat tersebut. Untuk lebih jelas lokasi Batu ratapan angin atau batu pandang bisa kita lihat di map berikut ini.

Harga Tiket Masuk Wisata Batu Ratapan Angin

Tiket masuk untuk dapat menikmati bukit batu pandang untuk hari biasa dewasa Rp. 10.000. Harga tiket masuk tersebut jika pada hari biasa dan mungkin ada kenaikan pada hari libur.

Namun bagi anda yang berada di luar Wonosobo dan ingin berwisata ke Wonosobo jangan dipersulit karena ada Dieng.Me yang siap menjadi tour guide dengan harga paket wisata terjangkau untuk liburan anda ke Wonosobo khususnya Dieng.

 

LEAVE A REPLY